BANGKA – Kehadiran sumur bor yang diprogramkan dalam TMMD ke-129 Kodim 0413/Bangka menjadi solusi bagi permasalahan kebutuhan air bersih di Desa Deniang. Selain itu, proyek ini juga bertujuan untuk meringankan beban ekonomi warga yang harus membayar untuk air yang mahal.

Keterbatasan sumber air bersih selama ini memaksa warga untuk keluar biaya tambahan demi memenuhi kebutuhan air sehari-hari mereka. Masalah ini semakin terasa pada musim kemarau ketika sumber air bersih sangat menipis, terutama bagi yang tinggal jauh dari lokasi bekas tambang.

Sunarto, salah satu warga setempat, menginformasikan bahwa harga air bersih bisa menembus Rp150 ribu untuk setiap 1.000 liter, yang dirasakannya sangat memberatkan bagi keluarga-keluarga yang harus memastikan mereka memiliki air setiap hari.

Dia juga mencatat bahwa meskipun beberapa penduduk di dekat bekas tambang dapat menggunakan air dari danau untuk mandi dan mencuci, kualitas air tidak bisa diandalkan. Untuk kebutuhan minum dan memasak, masyarakat masih harus membeli air galon. Hadirnya sumur bor dalam program TMMD diharapkan bisa mengatasi masalah ketersediaan air bersih di desa ini.