LUWU TIMUR, | Setelah menghabiskan waktu hampir tiga dekade tinggal di rumah yang kurang layak, seorang petani bernama David Raya warga Desa Parumpanai, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan kini menerima bantuan renovasi rumah melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 yang diadakan oleh Kodim setempat.

Rumah yang selama bertahun-tahun menjadi tempat tinggal David dan keluarganya tersebut mengalami berbagai kerusakan. Dengan atap yang sering bocor dan dinding yang semakin lapuk, serta ruang yang terasa sempit, semua itu menjadi tantangan tersendiri bagi mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Terlebih lagi, saat musim hujan tiba, David dan keluarganya selalu dihantui rasa cemas akan kemungkinan banjir yang bisa saja datang.

Hidup sebagai petani bukanlah hal yang mudah, dan memperbaiki rumah secara menyeluruh menjadi sebuah tantangan tersendiri. Sementara kebutuhan sehari-hari harus dipenuhi, kondisi rumah yang sudah memprihatinkan pun tak bisa diabaikan agar keluarga dapat tinggal dengan lebih aman dan nyaman.

Dengan hadirnya program renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam kegiatan TMMD ke-130, David merasakan harapan baru untuk keluarganya. Di depan Dansatgas TMMD, ia mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam atas bantuan renovasi yang selama ini ia impikan. “Rumah bukan hanya sekadar tempat beristirahat, tetapi juga ruang untuk berkumpul dan berbagi kebahagiaan keluarga,” ungkap David Raya.

Rasa syukurnya semakin membuncah saat menyadari bantuan renovasi tersebut merupakan sebuah berkah setelah sekian lama tinggal di hunian yang tidak memadai. “Saya sangat berterima kasih atas bantuan ini. Selama 30 tahun saya tinggal di rumah ini, sekarang kondisi jauh lebih baik dan lebih aman setelah renovasi,” ujarnya. Program TMMD ke-130 ini bukan hanya membangun fisik, tetapi juga mengembangkan harapan dan mandiri melalui kerja kolektif, serta kepedulian terhadap sesama.