
LUWU TIMUR – Di tengah masyarakat Dusun Rande-Rande, Desa Parumpanai, Kecamatan Wasuponda, terlihat senyum optimis menghadapi masa depan. Program TMMD Reguler ke-130 Kodim 1403/Palopo yang bertujuan untuk pembangunan jalan memberikan harapan baru, salah satunya bagi Satria, seorang petani kakao yang menggantungkan nasib keluarganya pada hasil perkebunan.
Jalan sangat vital bagi kehidupan sehari-hari masyarakat pedesaan. Akses yang sulit kerap kali menjadi rintangan bagi petani dalam mengelola kebunnya dan mengangkut hasil pertanian, yang menjadikan situasi ini sebagai realitas sehari-hari bagi warga Rande-Rande sebelum proyek jalan berlangsung.
Kehadiran Tim Satgas TMMD memberikan semangat baru untuk warga yang menginginkan adanya perubahan yang lebih baik. Proses pembangunan jalan dilakukan secara bertahap, Dengan langkah ini, diharapkan aksesibilitas akan meningkat dan mendukung aktivitas masyarakat di kawasan tersebut.
Satria menyatakan rasa syukur atas adanya pembangunan yang berlangsung di daerah kelahirannya. “Alhamdulillah kami sangat bersyukur sekali sudah ada perubahan dari pembangunan yang dikerjakan oleh tentara, tentu ini bagaikan mimpi yang terwujud sempurna,” ujarnya pada Selasa (20/10/2026). Pernyataan ini menunjukkan betapa pentingnya pembangunan jalan bagi masyarakat yang sudah lama mengalami kesulitan dalam akses.
Dengan jalan yang lebih baik, Satria berharap dapat mendukung aktivitas usaha perkebunan kakao. Kemudahan akses tidak hanya memfasilitasi pengangkutan hasil kebun tetapi juga harapan untuk mengembangkan kegiatan ekonomi masyarakat setempat. Selain itu, proses pelaksanaan TMMD juga mencerminkan arti penting dari gotong royong dalam pembangunan desa, di mana keterlibatan masyarakat dan Satgas menjadi simbol kerjasama untuk menghasilkan fasilitas yang dibutuhkan.
Pembangunan jalan di Dusun Rande-Rande diharapkan tidak sekedar menjadi proyek fisik, tetapi menjadi penopang bagi aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan. Dengan adanya TMMD Reguler ke-130, Kodim 1403/Palopo berkomitmen untuk meningkatkan pembangunan di daerah pedesaan. Bagi Satria dan petani lainnya, akses jalan yang lebih baik merupakan simbol harapan dan dorongan untuk terus berusaha mengoptimalkan hasil kebun mereka.
